Perayaan Maulid Nabi adalah salah satu tradisi monumental yang masih tetap dijaga dan dilakukan setiap tahun di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi Maulid Nabi ini dilakukan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan hijriah.
Perayaan Maulid Nabi di Kecamatan Sekarbela
Setiap daerah di Lombok, memiliki cara dan waktu pelaksanaan yang berbeda untuk melaksanakan tradisi Maulid Nabi ini. Salah satu Kecamatan yang melaksanakan Maulid Nabi di tahun ini adalah Kecamatan Sekarbela. Pada tahun ini, Maulid Nabi di Kecamatan Sekarbela dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Oktober 2021.
Banyak kegiatan yang dilakukan di Kecamatan Sekarbela untuk menyambut hari kelahiran Nabi ini. Mulai dari pembacaan shalawat nabi, dzikir bersama, hingga berbagai bentuk kegiatan lomba.
Perayaan Maulid Nabi di Masjid Sekarbela
Pelaksanaan Maulid Nabi di Lombok, termasuk di Kecamatan Sekarbela memiliki ciri khasnya tersendiri. Salah satunya adalah adanya rangkaian acara jamuan makan yang dilaksanakan dengan mengundang para kerabat atau keluarga untuk tujuan silaturahmi dan menikmati hidangan yang telah disediakan.
"Kegiatan Maulid Nabi di Sekarbela ini menjadi kegiatan unik dan paling ditunggu, uniknya karena semua warganya tanpa terkecuali mereka semua memasak makanan terbaik dari semua jenis kue tradisional dan jenis masakan kuliner." kata Susan salah satu ibu rumah tangga di Kecamatan Sekarbela.
Keunikan dari tradisi jamuan makan ini terletak pada bentuk penyajian makanannya. Beberapa makanan khas Lombok akan dikumpulkan pada satu tempat dan disusun di dalam suatu bakul. Dalam bahasa sasak hal ini kerap disebut dengan “Dulangan”.
Bentuk Penyajian Makanan "Dulangan"
Hal yang membedakan acara Maulid Nabi di Kecamatan Sekarbela dengan di beberapa Kecamatan lainnya adalah karena adanya 3 rangkaian sesi yang akan dilakukan dalam satu hari. Mulai dari acara pada sesi pertama yang dilakukan pada pagi hari yaitu berupa sajian jajan tradisional khas Lombok, kemudian di lanjutkan dengan sesi kedua setelah waktu dzuhur yang akan disajikan “Dulangan” berupa makanan berat dan diakhiri oleh sesi ketiga yang akan diisi dengan acara penyumbangan sarung yang akan diberikan pada anak-anak yang akan melakukan khataman Al-Qur’an di Masjid.
Kondisi pandemi tidak menghentikan tradisi ini untuk tetap berjalan. Selain menerapkan protokol kesehatan, berbagai bentuk alternatif cara juga digunakan untuk bisa melakukan kegiatan Maulid Nabi ini, salah satunya dengan cara menyumbang “Dulangan” kepada masjid untuk dibagikan kepada para undangan yang hanya hadir di Masjid.
"Kita tetap lebih ketat dalam menggunakan prokes di tahun ini, tapi alhamdulillah di kota Mataram sekarang sedikit longgar." kata Pak Ahmad salah satu muazin di Masjid Sekarbela.
Setiap kepala keluarga di Kecamatan Sekarbela akan menyumbang satu “Dulangan” untuk di Masjid. Para undangan yang hadir di Masjid ini merupakan tokoh masyarakat maupun orang-orang terpercaya dari beberapa Kecamatan yang masih berdekatan dengan Kecamatan Sekarbela.
Link Audio https://drive.google.com/file/d/177mnZLNeNXLLC5D3Lqc1lpvuYJBopNjT/view?usp=sharing
Menarik, terima kasih informasinya!
ReplyDelete