Industri Gula Aren di Kala Pandemi

King Aren merupakan salah satu produk unggulan dari perusahaan UKM Karya Mandiri. Usaha dagang ini terletak di Desa Pusuk Lestari, Dusun Kekait, Kabupaten Lombok Barat. Jenis Produk yang ditawarkan berupa gula aren, kopi dan madu murni. Industri gula aren ini berawal dari adanya konflik sosial yang terjadi di masyarakat Dusun Kekait pada Tahun 2016. Banyaknya pengepul aren yang mengolahnya menjadi miras kemudian memunculkan bentrok diantara satu pengepul dengan pengepul lainnya. Konflik yang ada tersebut tidak dapat diselesaikan oleh Kepala dusun, sehingga muncul lah inisiatif untuk membuat gula sari dari bahan dasar aren oleh Muhammad Rizani, owner dari perusahaan UKM Karya Mandiri. Selain itu, industri gula aren ini juga dilatarbelakangi oleh adanya SDA aren yang melimpah di sekitar Desa, dan juga karena harga gula aren yang relatif.


Di kala pandemi ini tentu, tantangan maupun hambatan tetap dirasakan oleh industri gula aren "King Aren", tetapi industri ini telah melakukan beberapa upaya yang dapat mereka lakukan agar industri kecil ini dapat tetap "tumbuh" walaupun dalam masa sulit seperti saat ini. Beberapa upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki manajemen marketing, fokus hanya sebagai produsen, saat ini mereka juga sedang mengembangkan tim online yang akan sangat dibutuhkan pada era digital saat ini. Mereka juga melakukan beberapa bentuk inovasi produk menyesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan konsumen pada saat ini. Salah satu produk unggulannya adalah gula semut dan serbat herbal yang pada saat masa pandemi ini justru lebih meningkat dari jumlah permintaannya.

 

     Berbagai bentuk kemasan gula semut dan kopi gula aren


Industri gula aren ini telah merambah hingga pasar mancanegara seperti Malaysia, Jerman, dan Brazil. Muhammad Rizani mengungkapkan bahwa industri gula aren ini telah menerima berbagai bentuk penghargaan, diantaranya adalah sebagai UKM Brilian 2019 yang diperoleh dari Kementerian Koperasi dan UMKM, dan mendapat predikat juara ke-2 kategori Wirausaha Muda Syariah Kawasan Timur Indonesia, pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2019. 


Beberapa penghargaan dan sertifikat 
yang telah didapatkan industri gula aren


Adanya bentuk pemberdayaan petani yang dilakukan oleh Rizani untuk memberikan pelatihan dan edukasi kepada petani-petani aren dari beberapa Desa di Lombok telah membantu para petani aren yang terimbas oleh pandemi. Hingga saat ini terhitung terdapat 201 jumlah petani yang telah melewati proses pembinaan. Selain itu, Rizani juga memiliki 21 orang pekerja yang membantu dalam industri gula aren ini. Dalam setiap proses pengolahan hingga proses pengemasannya Rizani tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan kepada semua karyawannya.


Para pekerja yang tetap menerapkan protokol kesehatan

                                                                                         

Beberapa alat produksi yang digunakan juga tetap dijaga kebersihannya, mulai dari alat untuk mengolah aren hingga alat untuk pengemasan.



Alat produksi dan pengemasan 
yang tetap dijaga kebersihannya

Rizani berharap untuk kedepannya pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terhadap Desa Pusuk Lestari. Berbagai potensi dari Desa Pusuk Lestari terutama potensi aren yang luar biasa banyak bisa lebih diperhatikan dan dikembangkan dengan baik.


Comments